Minggu, 27 Januari 2013

Instalasi Gedung Bertingkat

Minggu, 13 November 2011

sistem instalasi gedung bertingkat

Sistem Gedung

Dalam merencanakan suatu bangunan, kita harus mempunyai konsep gedung yang akan dibangun, karena juga menentukan pemilihan penggunaan sistem konstruksi apa yang paling tepat digunakan dalam bangunan tersebut, mulai dari sistem pemilihan pondasi, sistem strukturnya, sistem pemilihan material finishingnya, sampai dengan pemilihan sistem MEP nya, tentu saja ujung-ujungnya tetap optimalisasi duit…. penghematan seminimal mungkin dengan hasil yang semaksimal mungkin, namun bila unsur ‘prestige’ yang berperan maka penghematan duit sedikit diabaikan.
Nanti secara bertahap saya akan coba menjelaskan satu persatu sistem tersebut, namun secara prinsip pekerjaan bangunan gedung dapat dibagi sbb:
A. STRUKTUR
B. FINISHING
C. SISTEM M & E, terdiri dari :
1.      MEKANIKAL
o    AIR CONDITIONING
§  CENTRAL ALL AIR SYSTEM
§  CENTRAL AIR WATER SYSTEM
§  CENTRAL ALL WATER SYSTEM
§  DIRECT REFRIGRANT / DX
o    FIRE FIGHTING
§  HYDRANT
§  SPRINKLER
§  GAS
§  FIRE EXTINGUISER
o    PLUMBING
§  AIR BERSIH
§  AIR KOTOR / BUANGAN
§  VENTING
o    TRANSPORTASI GEDUNG
§  ELEVATOR
§  ESCALATOR / TRAVELATOR
2.      ELEKTRIKAL & ELEKTRONIK
o    ELEKTRIKAL
§  LISTRIK
§  GENSET
o    ELEKTRONIK
§  FIRE ALARM
§  MATV
§  CCTV
§  CAR CALL




AC Direct Refrigerant

URAIAN
AIR CONDITIONING DIRECT REFRIGERANT ( DX SYSTEM ) adalah suatu sistem AC dimana proses pendinginan udara didalam suatu ruang tertutup yang diproses oleh Evaporator ( Indoor Unit & FCU ) langsung pada ruang tersebut.
Sistem ini sering digunakan untuk ruangan dengan luas terbatas. AC yang menggunakan sistem ini adalah : AC Window, Split, Split Duct, VRV.
PERALATAN UTAMA & FUNGSI
1.      Outdoor Unit
Adalah unit mesin refrigerasi yang terdiri dari Compressor, Condensor, Katup ekspansi dan Blower untuk pendinginan condensor.
Penempatan outdoor unit diluar dari ruangan yang didinginkan dengan ketentuan udara harus dapat bersirkulasi dengan baik.
2.      Indoor Unit & FCU
Adalah peralatan penukar kalor yang dilengkapi dengan blower yang berfungsi untuk menarik udara panas dari ruang untuk dilewatkan pada coil evaporator sehingga menjadi dingin dan selanjutnya dihembuskan ke dalam ruang.
DIAGRAM SYSTEM


AC Central All Water System

URAIAN SYSTEM
AC CENTRAL ALL WATER SYSTEM adalah suatu sistem AC dimana proses pendinginan udara didalam suatu ruang tertutup diproses oleh FCU ( Fan Coil Unit ) yang ditempatkan pada ruang yang didinginkan.
Air dingin yang dihasilkan oleh chiller didistribusikan ke FCU dengan menggunakan pipa yang diisolasi, selanjutnya udara didalam ruangan dihembuskan melewati FCU sehingga menjadi dingin dan selanjutnya udara dingin didistribusikan keruangan.
PERALATAN UTAMA & FUNGSI
1. CHILLER.
Adalah mesin refrigerasi yang berfungsi untuk mendinginkan air pada sisi evaporatornya. Air dingin yang dihasilkan selanjutnya didistribusikan ke mesin penukar kalor ( FCU / Fan Coil Unit ).
Jenis chiller didasarkan pada jenis compressornya :
a.       Reciprocating
b.      Screw
c.       Centrifugal
Jenis chiller didasarkan pada jenis cara pendinginan condensornya :
a.       Air Cooler
b.      Water Cooler
2. AHU.
Adalah suatu mesin penukar kalor, dimana udara panas dari ruangan dihembuskan melewati coil pendingin didalam AHU sehingga menjadi udara dingin yang selanjutnya didistribusikan ke ruangan.
3. COOLING TOWER ( khusus untuk chiller jenis Water Cooler ).
Adalah suatu mesin yang berfungsi untuk mendinginkan air yang dipakai pendinginan condenssor chiller dengan cara melewat air panas pada filamen didalam cooling tower yang dihembus oleh udara sekitar dengan blower yang suhunya lebih rendah.
3. POMPA SIRKULASI.
Ada dua jenis pompa sirkulasi, yaitu :
1. Pompa sirkulasi air dingin ( Chilled Water Pump ), berfungsi mensirkulasikan air dingin dari Chiller ke coil pendingin AHU / FCU.
2. Pompa Sirkulasi air pendingin ( Condenser Water Pump ). Pompa ini hanya untuk Chiller jenis Water Cooled dan berfungsi untuk mensirkulasikan air pendingin dari kondensor Chiller ke Cooling Tower dan seterusnya.



DIAGRAM SYSTEM.

AC Central Air Water System

URAIAN SYSTEM.
AIR – WATER SYSTEM adalah suatu sistem AC dimana proses pendinginan udara didalam suatu ruang tertutup diproses oleh AHU ( Air Handling Unit ) yang ditempatkan pada ruang lain yang terpisah dan FCU sekaligus didalam ruangan yang akan didinginkan. Jadi merupakan penggabungan pemakaian FCU & AHU.
PERALATAN UTAMA & FUNGSI.
1. CHILLER.
Adalah mesin refrigerasi yang berfungsi untuk mendinginkan air pada sisi evaporatornya. Air dingin yang dihasilkan selanjutnya didistribusikan ke mesin penukar kalor ( AHU, FCU / Fan Coil Unit).
Jenis chiller didasarkan pada jenis compressornya:
a.        Reciprocating
b.        Screw
c.        Centrifugal
Jenis chiller didasarkan pada jenis cara pendinginan condensornya :
a.       Air Cooler
b.      Water Cooler
2. AHU dan FCU.
Adalah suatu mesin penukar kalor, dimana udara panas dari ruangan dihembuskan melewati coil pendingin didalam AHU sehingga menjadi udara dingin yang selanjutnya didistribusikan ke ruangan.
3. COOLING TOWER ( khusus untuk chiller jenis Water Cooler ).
Adalah suatu mesin yang berfungsi untuk mendinginkan air yang dipakai pendinginan condenssor chiller dengan cara melewat air panas pada filamen didalam cooling tower yang dihembus oleh udara sekitar dengan blower yang suhunya lebih rendah.
3. POMPA SIRKULASI.
Ada dua jenis pompa sirkulasi, yaitu :
1.      Pompa sirkulasi air dingin ( Chilled Water Pump ). berfungsi mensirkulasikan air dingin dari Chiller ke coil pendingin AHU / FCU.
2. Pompa Sirkulasi air pendingin ( Condenser Water Pump). Pompa ini hanya untuk Chiller jenis Water Cooled dan berfungsi untuk mensirkulasikan air pendingin dari kondensor Chiller ke Tower dan seterusnya.
DIAGRAM SYSTEM

AC Central All Air System

URAIAN SISTEM
AC CENTRAL ALL AIR SYSTEM adalah suatu sistem AC dimana proses pendinginan udara didalam suatu ruang tertutup diproses oleh AHU ( Air Handling Unit ) yang ditempatkan pada ruang lain yang terpisah.
Udara dingin dari AHU melewati ducting supply & diffuser didistribusikan kedalam ruangan yang akan didinginkan dan udara panas dari ruangan tersebut dikembalikan lagi ke AHU untuk didinginkan melewati grille & ducting return, demikian seterusnya sehingga tercipta suatu siklus tertutup.
PERALATAN UTAMA & FUNGSI
1.   Chiller
Adalah mesin refrigerasi yang berfungsi untuk mendinginkan air pada sisi evaporatornya. Air dingin yang dihasilkan selanjutnya didistribusikan ke mesin penukar kalor ( AHU, FCU / Fan Coil Unit ).
Jenis chiller didasarkan pada jenis compressornya :
a.       Reciprocating
b.      Screw
c.       Centrifugal
Jenis chiller didasarkan pada jenis cara pendinginan condensornya :
a.       Air Cooler
b.      Water Cooler
2. AHU.
Adalah suatu mesin penukar kalor, dimana udara panas dari ruangan dihembuskan melewati coil pendingin didalam AHU sehingga menjadi udara dingin yang selanjutnya didistribusikan ke ruangan.
3.  Cooling Tower ( khusus untuk chiller jenis Water Cooler)
Adalah suatu mesin yang berfungsi untuk mendinginkan air yang dipakai pendinginan condenssor chiller dengan cara melewat air panas pada filamen didalam cooling tower yang dihembus oleh udara sekitar dengan blower yang suhunya lebih rendah.
4.  Pompa sirkulasi
Ada dua jenis pompa sirkulasi, yaitu :
a.       Pompa sirkulasi air dingin ( Chilled Water Pump ) berfungsi mensirkulasikan air dingin dari Chiller ke Koil pendingin AHU / FCU.
b.      Pompa Sirkulasi air pendingin ( Condenser Water Pump ).
Pompa ini hanya untuk Chiller jenis Water Cooled dan berfungsi untuk mensirkulasikan air pendingin dari kondensor Chiller ke Cooling Tower dan seterusnya.



DIAGRAM SYSTEM

Fire Fighting Fire Extinguisher

URAIAN SYSTEM
Fire Extinguisher atau Alat Pemadam Api Ringan (APAR) merupakan alat pemadam api yang pemakaiannya dilakukan secara manual dan langsung diarahkan pada posisi dimana api berada.
APAR disediakan pada tempat-tempat strategis yang disesuaikan dengan peraturan Dinas Pemadam Kebakaran :
  • Untuk setiap 200 m2 ruang terbuka disediakan 1 unit APAR type A dengan jarak antara setiap unit maksimum 20 meter.
  • Untuk ruang yang dilengkapi dengan pembagi / pembatas ruang, disediakan 1 unit APAR type A tanpa memperhatikan luas ruang.
  • Untuk daerah/ruang mekanikal-elektrikal berskala kecil disediakan 1 unit APAR type A dan 1 unit APAR type B.
  • Untuk daerah/ruang mekanikal-elektrikal berskala besar disediakan 1 unit APAR type A, 1 unit APAR type C dan 1 unit APAR type D.
PERALATAN UTAMA & FUNGSI
APAR Type A : Multipurpuse Dry Chemical Powder 3,5 kg
APAR Type B : Gas CO2 6,8 kg
APAR Type C : Gas CO2 10 kg
APAR Type D : Multipurpuse Dry Chemical Powder 25 kg (dilengkapi dengan trolley).

Fire Fighting Sistem Sprinkler

URAIAN SYSTEM
1.      Wet Riser System : Seluruh instalasi pipa sprinkler berisikan air bertekanan dengan tekanan air selalu dijaga pada tekanan yang relatif tetap
2.      Dry Riser System : Seluruh instalasi pipa sprinkler tidak berisikan air bertekanan, peralatan penyedia air akan mengalirkan air secara otomatis jika instalasi fire alarm memerintahkannya.
- Pada umumnya gedung bertingkat menggunakan sistim Wet Riser.
- Pada sistem dilengkapi Fire Brigade Connection yang diletakkan diluar bangunan.
PERALATAN UTAMA DAN FUNGSI
1. Pompa kebakaran terdiri dari Electric Pump, Diesel Pump & Jockey Pump.
  • Apabila tekanan didalam pipa menurun, maka secara otomatis Jockey pump akan bekerja untuk menstabilkan tekanan air didalam pipa.
  • Jika tekanan terus menurun (misal glass bulb pada kepala sprinkler pecah) maka pompa kebakaran utama akan bekerja dan otomatis pompa jockey berhenti.
  • Apabila pompa kebakaran utama gagal bekerja setelah 10 detik, kemudian pompa cadangan Diesel secara otomatis akan bekerja.
  • Jika kedua pompa tersebut gagal bekerja, alarm akan segera berbunyi dengan nada yang berbeda dengan bunyi alarm sistim, untuk memberi tahukan kepada operator akan adanya gangguan.
  • Sistim bekerja pompa Fire Hydrant adalah “Start otomatis” dan “Mati secara Manual”.
  • Pada saat pompa kebakaran utama bekerja, wet alarm valve akan terbuka dan segera membunyikan alarm gong. Aliran didalam pipa cabang akan memberi indikasi pada flow switch yang terpasang pada setiap cabang & dikirim ke panel fire alarm untuk membunyikan alarm pada lantai bersangkutan.
2. Pressure Switch : Alat kontrak yang bekerja akibat perubahan tekanan.
3. Manometer : Alat untuk membaca tekanan
4. Time delay relay : Alat relay yang bekerja berdasarkan seting waktu yang sudah ditentukan.
5. Safety valve : Alat pelepas tekanan lebih
6. Pressure Reducing Valve : Alat pembatas tekanan
7. Kepala Sprinkler (Head Sprinkler) : Alat pemancar air yang bekerja setelah pecahnya bulb akibat panas yang ditimbulkan oleh kebakaran. Ukuran kepala sprinker 15 mm, kepadatan pancaran 5 mm/mnt, area kerja maks. 144 m2, laju aliran 725 lt/mnt dan setiap katup kendali jumlah maks. adalah 1.000 buah kepala sprinkler.
DIAGRAM SYSTEM


Fire Fighting Sistem Fire Gas

URAIAN SYSTEM
Sistem Fire Gas hanya digunakan untuk ruang-ruang tertentu seperti : Ruang Genset, Ruang Panel, Ruang-ruang elektronik (central computer, IT, communication dll).
Sistem Fire Gas terpusat, dimana tabung-tabung gas (Foam, Halon, FM 1000, CO2 dll) ditempatkan secara terpusat dan pendistribusian kedalam ruangan dilewatkan melalui motorized valve/actuator, instalasi pemipaan dan nozzle-nozzle.
Cara kerja berdasarkan perintah dari instalasi fire alarm yang mendeteksi adanya kebakaran didalam ruang yang dikondisikan yang selanjutnya membuka motorized valve/actuator, sehingga gas bertekanan dalam tabung keluar kedalam ruangan.
Sistem fire gas individual, dimana pada tabung-tabung gas dipasang head sprinkler yang akan pecah apabila terkena panas atau berdasarkan perintah instalasi fire alarm dengan cara memecahkan bulb dengan actuator.

PERALATAN UTAMA & FUNGSI

1.      Flow Switch : Alat kontak yang bekerja akibat adanya aliran.
2.      Manometer : Alat untuk membaca tekanan
3.      Time delay relay : Alat relay yang bekerja berdasarkan seting waktu yang sudah ditentukan.
4.      Safety valve : Alat pelepas tekanan lebih
5.      Pressure Reducing Valve : Alat pembatas tekanan
6.      Nozzle : Alat penyemprot/pengabut gas
7.      Motorized valve/actuator : Alat pembuka/penutup gas
8.      Safety valve : Alat pelepas tekanan lebih
9.      Pressure Reducing Valve : Alat pembatas tekanan
DIAGRAM SYSTEM


Fire Fighting Sistem Hydrant

URAIAN SYSTEM
1.      Wet Riser System : Seluruh instalasi pipa hydrant berisikan air bertekanan dengan tekanan air selalu    dijaga pada tekanan yang relatif tetap.
2.      Dry Riser System : Seluruh instalasi pipa hydrant tidak berisikan air bertekanan, peralatan penyedia air akan mengalirkan air secara otomatis jika katup selang kebakaran dibuka.
-          Pada umumnya gedung bertingkat menggunakan sistim Wet Riser.
-          Pada sistem dilengkapi Fire Brigade Connection yang diletakkan diluar bangunan.
PERALATAN UTAMA DAN FUNGSI
1.      Pompa kebakaran terdiri dari Electric Pump, Diesel Pump & Jockey Pump.
  • Apabila tekanan didalam pipa menurun, maka secara otomatis Jockey pump akan bekerja untuk menstabilkan tekanan air didalam pipa.
  • Jika tekanan terus menurun (misal akibat penggunaan salah satu hydrant) maka pompa kebakaran utama akan bekerja dan otomatis pompa jockey berhenti.
  • Apabila pompa kebakaran utama gagal bekerja setelah 10 detik kemudian pompa cadangan Diesel secara otomatis akan bekerja.
  • Jika kedua pompa tersebut gagal bekerja, alarm akan segera berbunyi dengan nada yang berbeda dengan bunyi alarm sistim, untuk memberi tahukan kepada operator akan adanya gangguan.
  • Sistim bekerja pompa Fire Hydrant adalah “Start otomatis” dan “Mati secara Manual”
2.      Pressure Switch : Alat kontrak yang bekerja akibat perubahan tekanan.
3.      Manometer : Alat untuk membaca tekanan
4.      Time delay relay : Alat relay yang bekerja berdasarkan seting waktu yang sudah ditentukan.
5.      Safety valve : Alat pelepas tekanan lebih
6.      Pressure Reducing Valve : Alat pembatas tekanan
7.      Fire House Cabinet ( FHC ) : Adalah box hydrant yang berfungsi untuk memancarkan air melalui hose dan nozzle, dipasang pada setiap lantai sebanyak 1 FHC untuk setiap kelipatan 800 m2.
DIAGRAM SYSTEM.

Instalasi Plumbing Sistem Penyediaan Air Bersih

URAIAN SYSTEM
Sistem penyediaan dan distribusi air bersih.
  • Sumber air bersih bisa didapat dari PDAM dimasukan kedalam bak air bersih, sedangkan sumber air yang berasal dari Deep Well dimasukan kedalam raw water tank.
  • Air yang berada di raw water tank ditreatment di instalasi Water Treatment Plant dan selanjutnya dialirkan kebak air bersih / clear water tank.
  • Air yang berada didalam bak air bersih selanjutnya dialirkan ke bak air atas dengan Pompa Transfer.
  • Distribusi air bersih pada dua lantai teratas menggunakan packaged booster pump, sedangkan untuk lantai-lantai dibawahnya dialirkan secara gravitasi.
  • Pada umumnya persediaan air bersih diperhitungkan untuk cadangan 1 (satu) hari pemakaian air.
PERALATAN UTAMA & FUNGSI
1.      Pompa Transfer, berfungsi untuk menaikan air bersih dari Ground Water Tank (GWT) ke Roof tank melewati pipa transfer.
Beberapa jenis pompa transfer yang sering dipakai, antara lain :
a.       End suction
b.      Horizontal split case
c.       Multi stage
d.      Centrifugal
2.      Pressure Tank, berfungsi untuk meringankan kerja pompa dari keadaan start-stop yang terlalu sering.
Beberapa jenis pressure tank yang sering dipakai, antara lain :
a.       Pressure tank dengan diafragma
b.      Pressure tank tanpa diafragma
3.      Peralatan pengaturan dan ukur, meliputi :
a.       Check valve, berfungsi untuk menahan aliran balik air didalam instalasi pipa.
b.      Gate Valve, berfungsi untuk mengatur buka / tutup aliran air didalam pipa.
c.       Ball valve, Berfungsi untuk mengatur jumlah aliran air didalam pipa.
d.      Butterfly Valve, berfungsi untuk mengatur buka / tutup aliran air didalam pipa.
e.       Floating valve, berfungsi untuk membuka & menutup aliran air ke tanki.
f.       Foot Valve, berfungsi untuk menahan air balik.
g.      Strainer, berfungsi untuk menyaring.
h.      Flexible joint, berfungsi untuk menahan getaran/gerakan.
i.        Pressure gauge, berfugsi untuk pembacaan tekanan.
j.        Pressure switch, berfungsi sebagai alat kontak hubung/putus akibat tekanan.
k.      Flow switch, berfungsi sebagai alat kontak hubung/putus akibat aliran.
l.        Water meter, Berfungsi untuk mengukur debit air.
DIAGRAM SISTEM

Instalasi Plumbing Sistem Air Buangan

URAIAN SYSTEM
Sistem Pembuangan Air Buangan, merupakan sistem instalasi untuk mengalirkan air buangan yang berasal dari peralatan saniter maupun hasil buangan dapur.
Sistem Pembuangan Air Buangan dibedakan berdasarkan cara pembuangannya :
1.      Sistem pembuangan air campuran, yaitu sistem pembuangan dimana air kotor dan air bekas dialirkan kedalam satu saluran / pipa.
2.      Sistem pembuangan air terpisah, yaitu sistem pembuangan dimana air kotor dan air bekas masing-masing dialirkan secara terpisah atau menggunakan pipa yang berlainan.
Sistem Pembuangan Air Buangan dibedakan berdasarkan cara peletakannya:
1.      Sistem pembuangan gedung, yaitu sistem pembuangan yang berada didalam gedung.
2.      Sistem pembuangan luar, yaitu sistem yang berada diluar gedung, disebut juga riol gedung.
Sebelum air buangan dari peralatan saniter maupun dari buangan dapur dibuang ke saluran umum / kota maka harus dilakukan pengolahan terlebih dahulu dengan Sewage Treatment Plant ( STP ), sehingga memenuhi ambang baku yang dipersyaratkan.
PERALATAN UTAMA & FUNGSI
1.      Pompa Submersible, berfungsi untuk menaikan level air kotor pada daerah level terendah ke instalasi pengolah yang levelnya lebih tinggi.
2. Sewage Treatment Plant ( STP )
STP berfungsi sebagai pengolah air buangan sehingga memenuhi persyaratan sebagai air buangan rumah tangga ( domestic waste ), yaitu dengan ketentuan :
a.       Kandungan zat tersuspensi rata-rata dalam waktu 24 jam adalah 20 mg / liter.
b.      Kebutuhan biologi untuk oksigen ( BOD ) rata-rata dalam waktu 24 jam adalah 20 mg / liter dengan kapasitas maksimum yang diperbolehkan s/d 30 mg / liter.
Beberapa jenis STP yang umum dipakai :
a. Extended Aeration Activated Sludge Process, terdiri dari beberapa bagian, yaitu :
-    Equalizing tank
-    Aeration biozone
-    Primary settling tank
-    Chlorination tank
-    Effluent tank
b. Rotating Biological Contactor (RBC). Terdiri dari beberapa bagian, yaitu :
-    Primary clarifier tank
-    Rotor disk
-    Final clarifier
-    Chlorination system
-    Sludge disposal
-    Effluent tank
c. Bio activator,
Merupakan kombinasi antara Extended Aeration Activated Sludge Process dengan Rotating Biological Contactor.
DIAGRAM SYSTEM
1.      Instalasi Air Buangan

2.      Instalasi STP.
STP jenis Extended Aeration Activated Sludge Process

STP jenis Rotating Biological Contactor (RBC)

Archive for the ‘Sistem Gedung’ Category

Instalasi Plumbing Sistem Venting

URAIAN SYSTEM
Sistem venting merupakan sistem instalasi untuk mengeluarkan udara yang terjebak didalam instalasi pipa air buangan.
Tujuan pemasangan pipa vent adalah :
1.      Menjaga sekat air dari efek siphon atau tekanan, sehingga dapat dipertahankan mempunyai kedalaman 50 – 100 mm.
2.      Menjaga aliran air yang lancar didalam pipa pembuangan.
3.      Memungkinkan adanya sirkulasi uadara didalam semua jaringan pipa pembuangan
Hal-hal yang dapat menyebabkan hilangnya sekat air :
1.      Efek siphon sendiri, timbul apabila seluruh perangkap dan pipa pembuangan terisi air buangan pada akhir proses pembuangan mengakibatkan sekat air akan ikut mengalir.
2.      Efek hisapan, akibat tekanan vakum pada alat plambing disebabkan adanya aliran pada pipa tegak yang terpasang dekat dengan sekat air.
3.      Efek tiupan, merupakan kebalikan dari hisapan.
4.      Efek kapiler, terjadi bila ada rambut atau serat yang tersangkut dekat dengan sekat air.
5.      Penguapan air, terjadi bila alat plumbing tidak dipergunakan dalam jangka waktu yang lama
Jenis-jenis sistem pipa vent :
1.      Sistem vent tunggal, sistem ini dipasang pada setiap alat plambing dan disambungkan pada vent lainnya atau langsung ke udara terbuka.
2.      Sistem vent lup, melayani dua atau lebih alat plumbing (maksimum 8 ) dan disambungkan ke vent pipa tegak.
3.      Sistem vent pipa tegak, merupakan perpanjangan dari pipa tegak buangan, diatas cabang mendatar yang paling tinggi.
4.      Sistem vent bersama, dimana pipa vent dipasang untuk melayani dua alat plumbing yang dipasang bertolak belakang.
5.      Sistem vent basah, dimana pipa vent berfungsi sebagai buangan dari alat plambing selain kloset.
6.      Sistem vent yoke, yaitu pipa vent yang menghubungkan pipa tegak air buangan dengan pipa tegak vent.
PERALATAN UTAMA & FUNGSI
Peralatan dari pada sistem venting adalah pipa PVC.

Sick Building Syndrome

Pembaca, dampak perencanaan sistem ventilasi udara yang kurang baik ternyata dapat menimbulkan sakit SBS (Sick Building Syndrome), apa itu SBS?
Kenali ‘Sick Building Syndrome”
Apakah yang dimaksud dengan Sick Building Syndrome (SBS)? SBS merupakan keluhan dan kumpulan permasalahan kesehatan yang timbul berkaitan dengan waktu yang dihabiskan dalam suatu bangunan dan berhubungan dengan kualitas udara dalam lingkungan.
Gejala yang ditimbulkan tidak spesifik, seperti sakit kepala, iritasi mata, badan cepat letih, perut terasa kembung, hidung berair, tenggorokan gatal, kesulitan dalam berkonsentrasi, kulit terasa kering serta batuk kering yang tidak kunjung sembuh.
Penyebab dari SBS antara lain ; kualitas udara dalam ruangan tercemar oleh radikal bebas (bahan kimiawi) yang berasal dari dalam maupun luar ruangan. Contohnya tercemar oleh mikroba atau disebabkan karena ventilasi udara kurang baik. Penyebab lainnya adalah polutan yang bisa mencemari ruangan, misalnya asap rokok, ozon yang berasal dari mesin fotocopi dan printer, volatile organics compounds yang berasal dari karpet, perabotan cat, bahan pembersih, debu, carbon monoxide, formalde-hyde, dll.
“Akumulasi radikal bebas tersebut tanpa kita sadari dapat menimbulkan penyakit. Radikal bebas ini dapat menyebabkan penyakit jangka panjang dan jangka pendek. Jangka panjang berupa penyakit kronis seperti kanker & jantung koroner, sedangkan jangka pendek menyebabkan kerusakan sel-sel daya tahan tubuh sehingga kita mudah terserang penyakit” kata dr Handy Purnama, Medical Marketing Manager Bayer Healtcare Consumer Care.
Dampak jangka panjang yang dapat ditimbulkan oleh SBS adalah, berbagai gangguan salurang pernafasan, seperti ; pneumonia, paru-paru, jantung dan penyakit kronis lain terkait dengan pencemaran udara. Beberapa penyakit kronis lain adalah gagal ginjal, gangguan system reproduksi, system syaraf, kanker, penurunan usia harapan hidup, dan penyakit paru serta jantung.
“Resiko menderita gangguan SBS terkait erat dengan erat dengan factor lingkungan yang menjadi media pencemar fisik, kimia, biologis, dan radiasi dimana kita kontak relatif lama terjadi. Terutama di tempat kerja, factor resiko lingkungan tersebut akan kontak dengan karyawan paling tidak 8 jam sehari, sehingga peluang resiko untuk terpajan dan mengalami SBS akan semakin besar”, kata Dr. Budi Haryanto, PhD, Msc dari IAKMI/FKM-UI.
Paparan radikal bebas memang sulit untuk dihindari. Oleh karena itu, dibutuhkan asupan antioksidan yang bisa menangkal radikal bebas berlebih didalam tubuh. Salah satu asupan antioksidan yang bisa anda pilih adalah suplemen nutrisi antioksidan yang diperkaya vitamin C, E, Zinc & Selenium.

2 komentar: